Postingan

MSAI Banyuwangi Siap Ramaikan Gerakan Tolak Kampanye LGBT, Desak Pemda Tegakkan Perpres 111 Tahun 2025

Gambar
    Banyuwangi, 08 Juli 2026 — Majelis Silaturahim Aktivis Islam Banyuwangi atau MSAI Banyuwangi menyatakan kesiapan untuk meramaikan gerakan penolakan terhadap penyebaran kampanye dan budaya LGBT di Banyuwangi. Sikap tersebut disampaikan berdasarkan rapat MSAI Banyuwangi pada hari ini, Rabu, 08 Juli 2026, di Banyuwangi, sekaligus menjadi dorongan agar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak hanya bersikap pasif, tetapi mengambil langkah konkret sesuai kewenangan daerah. Gerakan ini tidak boleh dibaca sebagai ajakan persekusi, kekerasan, atau penghinaan terhadap individu. Sikap yang dimaksud adalah sikap sosial, moral, dan kebijakan publik untuk menolak penyebaran kampanye, normalisasi, promosi, atau infiltrasi budaya yang dinilai bertentangan dengan nilai agama, ketahanan keluarga, ketertiban sosial, dan arah kebijakan pertahanan negara. Dasar yang kini menjadi sorotan adalah Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029. Berd...

MSAI Banyuwangi Serukan Tolak Normalisasi LGBT: Menolak Agenda, Bukan Membenci Manusia

Gambar
  Banyuwangi, Minggu, 05 Juli 2026 — Majelis Silaturahim Aktivis Islam Banyuwangi menyerukan sikap penolakan terhadap normalisasi, promosi, dan penyebaran budaya LGBT di ruang publik, pendidikan, keluarga, dan media sosial. Seruan ini disampaikan dalam konteks menguatnya diskursus publik setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029. Dalam Perpres tersebut, kebijakan umum pertahanan negara ditempatkan sebagai pedoman pengelolaan sistem pertahanan negara dan menjadi acuan bagi perencanaan, penyelenggaraan, serta pengawasan sistem pertahanan negara. Perpres ini juga memberi pedoman kepada kementerian, lembaga, dan kepala daerah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya. Yang perlu dicatat secara jernih, Lampiran Perpres No. 111 Tahun 2025 memasukkan “penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ)” dalam uraian ancaman nonmiliter berdimensi sosial dan budaya. Ini menjadi dasar bahwa pembahasa...

MSAI Banyuwangi 14 Juni 2026: Dari Rupiah, Dolar, hingga Panggilan Membangun Umat

Gambar
MSAI Banyuwangi 14 Juni 2026: Dari Rupiah, Dolar, hingga Panggilan Membangun Umat Oleh: Muhammad Naufal Taftazani, S.H. Advokat, Aktivis Ketua Kantor Hukum #NaufalLawyer, SORBAN, SOLID, TRAKTAT, FORMARGA, Banyuwangi Aktivis Podcast, dan Mediaseputar Online Partner Firma Barometer Hukum Indonesia (BHI Lawfirm) Pada Minggu, 14 Juni 2026, sekitar pukul 08.00–10.00 WIB, Majelis Silaturahim Aktivis Islam Banyuwangi atau MSAI Banyuwangi menggelar pertemuan di Rumah Bapak Zamroni, anggota DPRD Banyuwangi. Pertemuan tersebut bukan sekadar forum silaturahim biasa. Dari dua transkrip pembahasan yang ada, forum tersebut bergerak dari isu sederhana tentang rupiah dan dolar menuju pertanyaan yang lebih besar: mengapa rakyat kecil tetap merasakan dampak dari kebijakan dan gejolak ekonomi yang tampaknya jauh dari kehidupan harian mereka? Salah satu pemantik diskusi adalah pandangan bahwa masyarakat desa pada dasarnya tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar. Secara faktual, itu benar. Rakyat mem...